Setiap
amplifier menghasilkan penguatan, baik menguatkan sinyal pesan maupun noise
tambahan yang menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut. Pada sistim
komunikasi digital, amplifier digantikan regenerative repeater.
Fungsi
repeater selain menguatkan sinyal, juga menghilangkan noise dari sinyal. Pada
sinyal “unipolar baseband”, sinyal input hanya mempunyai dua nilai 0
atau 1. Repeater harus memutuskan, yang mana dari kedua kemungkinan tersebut
yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai
sesungguhnya disisi penerima. Keuntungan kedua dari sistim komunikasi digital
adalah berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang.
Nilai-nilai
dapat diubah ataupun dimanipulasi dengan rangkaian logika, yang biasanya
dilakukan dengan mikrokomputer. Operasioperasi matematika yang rumit bisa
secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan sinyal atau
keamanan dalam transmisi sinyal.
Keuntungan
yang ketiga berhubungan dengan range dinamis. Hal ini dapat diilustrasikan pada
sebuah contoh, misalnya perekaman disk piringan hitam analog mempunyai masalah
terhadap range dinamik yang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan
variasi bentuk alur yang ekstrim, dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti
variasi-variasi tersebut. Sementara perekaman secara digital tidak mengalami
masalah, karena semua nilai amplitudonya, baik yang sangat tinggi maupun yang
sangat rendah, ditransmisikan menggunakan urutan sinyal terbatas yang sama.
Dalam
kenyataanya, semua tidak ada yang ideal, demikian pula pada sistim komunikasi
digital. Kerugian sistim digital dibandingkan dengan sistim analog adalah,
bahwa sistim digital memerlukan bandwidth yang besar. Sebagai contoh, sebuah
kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan Single-Sideband AM dengan
bandwidth yang kurang dari 5 kHz.
Dengan
menggunakan sistim digital, untuk mentransmisikan sinyal yang sama, diperlukan
bandwidth hingga empat kali dari sistim analog. Kerugian yang lain adalah
selalu harus tersedia sinkronisasi. Hal ini penting bagi sistim untuk
mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai dan kapan berakhir, dan
perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.