Materi Pelajaran TIK
Tampilkan postingan dengan label LABEL4. Tampilkan semua postingan

Konsep seluler mulai muncul di akhir tahun 1940-an yang digagas oleh perusahaan Bell Telephone di Amerika, yang sebelumnya menggunakan pemancar berdaya pancar besar dan ditempatkan di daerah yang tinggi dengan antena yang menjulang. diubah menjadi pemancar berdaya kecil. Setiap pemancar ini dirancang hanya untuk melayani daerah (disebut wilayah cakupan) yang kecil saja, sehingga disebut sel. Dari sini , sistem komunikasinya lalu disebut dengan sistem komunikasi seluler (cellular).

Dalam sistem seluler prinsipnya, kanal-kanal yang berupa frekuensi yang sama dapat digunakan secara berulang-ulang di sel-sel tertentu pada jarak antar sel tertentu pula, melaui pertimbangan yang matang sehingga pengaruh interferensinya (saling ganggu bertumpang tindih) dapat diabaikan. Penggunaan frekuensi yang sifatnya berulang ini dalam sistem seluler dinyatakan dengan sel berbentuk heksagonal yang mempunyai tanda huruf atau dapat juga berupa tanda angka yang sama.

Pemancar di setiap sel disebut stasiun induk (Base Station), yang sering disingkat dengan BTS (Base Transceiver Station) atau RBS (Radio Base Station). Pesawat teleponnya yang dapat ditaruh di saku sehinga dapat dibawa ke manamana disebut pesawat bergerak ‘mobile station’ yang disingkat MS, atau mobile phone, yang istilah populernya di media massa disebut handphone dengan singkatan populer “HP”, Istilah lazim untuk di Indonesia adalah ‘ponsel’, singkatan dari ‘telepon seluler’.

Agar tidak terjadi tabrakan frekuensi antara berbagai jenis komunikasi sehingga terjadi saling ganggu (jamming atau penumpukan), maka perlu dilakukan pembagian alokasi frekuensi. Untuk radio panggil, frekuensi yang digunakan bergantung pada berbagai faktor seperti protokol radio panggil yang digunakan, pabrik pembuat radio panggil dan model atau jenisnya, wilayah layanannya, dan alokasi frekuensi yang ditentukan oleh setiap negara.

Sistem Telepon Nirkabel untuk Rumah

Telepon tanpa kabel (cordless telephone) yang banyak digunakan di rumah merupakan komunikasi jenis full-duplex. Untuk menghubungkan pesawat genggamnya dengan pesawat induknya, saluran transmisinya melalui udara, dengan modulasi sinyal secara FM.

Sementara itu pesawat induknya dihubungkan ke jalur telepon kabel dengan nomor telepon yang telah ditetapkan oleh perusahaan layanan telepon untuk masyarakat umum atau yang dikenal dengan Public Switched Telephone Network (PSTN) yang di Indonesia sekarang ini adalah PT TELKOM.

Telepon nirkabel generasi pertama yang dibuat tahun 80an, pesawat genggamnya hanya mampu bekerja dengan pesawat induknya dalam jarak beberapa puluh meter saja. karena pada awalnya dimak-sudkan hanya sebagai ekstensi bagi sebuah pesawat pengirim dan penerima (transceiver), yang dihubungkan ke jalur kawat pelanggan telepon dari sebuah PSTN yang umumnya di pakai dalam lingkungan rumah tangga.

Untuk menambah jangkauannya, pesawat induk generasi kedua sudah dapat mencakup wilayah sampai beberapa ratus meter. Dengan demikian, telepon nirkabel generasi kedua ini sudah memungkinkan para pelanggannya menggunakan pesawat genggam di luar rumah, di wilayah padat di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan sebagainya. Telepon nirkabel modern ada yang sudah dilengkapi dengan fasilitas penerima pesan panggil (pager).

Dengan fasilitas ini biasanya para pelanggannya mula-mula menerima pesan panggil, kemudian menjawab pesan itu melalui telepon nirkabelnya.

Yang dimaksud dengan komunikasi nirkabel adalah sistem komunikasi yang dilakukan tanpa mengunakan media kabel antara pesawat pengirim dan pesawat penerimanya. Dengan definsi semacam ini jelas bahwa jenis komunikasinya memilikii beberapa variasi seperti: radio panggil (pager) walkie talky, handy talky maupun telepon seluler Sistem komunikasinya dapat dikelompokkan menjadi satu arah (simplex), dua arah bergantian (half-duplex) dan dua arah dalam waktu yang bersamaan (fullduplex).

Contoh komunikasi satu arah adalah sistem radio panggil (pager) yang hanya bersifat menerima pesan, sedangkan dua arah bergantian adalah walky talky dan handy talky yang cirri-cirinya pengoperasiannya dilakukan dengan penggunaan saklar atau tombol yang harus ditekan untuk bicara, dan harus dilepaskan ketika mendengarkan (push to talk, release to listen).

Untuk telepon nirkabel dua arah tanpa bergantian atau full duplex yang sudah sangat lazim dewasa ini adalah telepon seluler atau ponsel (handphone). Komunikasi dua arah tanpa perlu bergantian bisa diwujudkan karena pengirimannya atau transmisinya menggunakan kanal atau saluran yang berlainan atau sendiri-sendiri ketika menerima suara (kanal dengar) dan ketika mengirim suara (kanal bicara) Kanal transmisi yang digunakan itu dapat terpisah dalam jarak tertentu baik secara frekuensi (disebut pembagian alokasi frekuensi), atau pun dalam kawasan waktu (disebut pembagian alokasi waktu). 

1.   Komunikasi melalui telepon adalah komunikasi timbal balik, artinya komunikasi yang berlangsung dalam dua arah tanpa harus bergantian. Komunikasi yang demikian disebut sebagai sambungan dupleks penuh (full duplex).

2.   Uraian kerja terjadinya sambungan telepon dijelaskan sebagai berikut:
     Gagang telepon diangkat oleh orang yang akan menelpon. Gagang telepon yang diangkat ini disebut off-hook. Gagang telepon yang masih terpasang pada tempatnya disebut on-hook. Penyebutan off dan on ini terkait dengan putus dan sambungnya saklar pada telepon.
     Pengangkatan gagang telepon mengakibatkan pencari saluran (line finder) pada sentral tersambung kepada pesawat telepon yang sedang off-hook.
     Setiap pemutaran angka atau penekanan tombol angka pada telepon mengakibatkan stepper switches mencari nomor yang dimaksud. Saklar ini terus ”memegang” angka yang diputar atau ditekan tadi.
     Proses stepper switches tersebut akan melakukan hal yang sama hingga seluruh nomor habis diputar atau ditekan.

10.12. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar.

1.   Ada berapa macam cara penyambungan (switching) pada sistem telepon ? Coba sebutkan !
2.   Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan switching mekanik ?
3.   Apa alasan digunakannya saklar crossbar pada penyambungan sistem telepon ?
4.   Apakah keunggulan yang anda ketahui dengan pemilihan saklar crossbar ?
5.   Jelaskan singkat saja tentang common channel signaling ?
6.   Pada sistem telepon dikenal “putar dial” dan “tekan tombol“, jelaskan perbedaan dari efisiensi waktunya ?

Pengembangan berikutnya yang akan dihadapi oleh setiap pelanggan telepon adalah pengubahan menuju transmisi digital. Untuk itu maka diperlukan pengubahan sistem yang dapat bekerja pada lingkungan digital.

1.   Langkah pertama yang dilakuka adalah menyiapkan perangkat dalam jaringan digital terpadu atau integrated digita network (IDN).

Dalam kenyataannya jaringan telepon berbentuk digital terus dikembangkan agar tidak hanya sistem suara saja yang dapat ditransmisikan dengan baik. Gambar atau video dan data atau teks serta multimedia harus bisa pula ditumpangkan dalam jaringan digital tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan keterpaduan pelayanan, hingga akhirnya ditemukan suatu bentuk "Integrated Services Digital Network" atau "ISDN."

Variasi waktu saat menggunakan key set adalah 5-10 detik. Semakin bagus pesawat telepon yang digunakan tentu akan semakin pendek waktu yang diperlukan untuk akses ke pesawat lawan.

2.   Dari sentral ke sentral.

Waktu yang diperlukan untuk panggilan dan signalling antar sentral telepon dijaga sependek mungkin. Dengan menggunakan MFC (Multi Frequency Code), kecepatan transmisi yang dapat dicapai adalah 6-7 digit tiap detik. Dengan demikian dapat dibayangkan betapa cepatnya penggunaan transmisi digital dibandingkan dengan analog biasa.

Pengembangan berikutnya yang dapat dilakukan terhadap jaringan telepon di antaranya meliputi :

1.   Perusahaan telekomunikasi khususnya pada bidang telepon dapat segera melakukan pengubahan sistem transmisi antar sentral telepon yang semula berbasis analog sekarang harus diubah dengan sistem pembawa digital.
2.   Sistem switchng telepon yang digunakan pada sambungan jarak jauh dan pada kantor sentral yang paling akhir harus diubah dari sistem mekanik dan switching analog menjadi bentuk switching elaktronik digital.
3.   Pemisahan jaringan signaling dengan demikian dapat meningkatkan efisiensi berlangsungnya sambungan pembicaraan telepon.

Kalau diperhatikan jaringan telepon yang sekarang terjadi pemisahan fungsi signaling, transmisi dan switching. Pemisahan ini tidak lagi menjadi persolan, karena jaringan dibentuk dalam modul-modul, sehingga setiap bagian dapat diperbaharui atau diperbaiki tanpa mengubah sistem peralatan atau sistemnya.

Panggilan dan transmisi digit atau nomor-nomor telepon

1.   Dari pelanggan ke kantor sentral
Waktu rata-rata yang diperlukan oleh pelanggan pada saat melakukan panggilan dan signaling ke sentral lokal adalah sebagai berikut:

a.   Dengan sistem dial
waktu reaksi pelanggan dan pemanggilan = 2 detik
waktu dialiing 6 digit, satu digit butuh 1,5 detk: 6 x 1,5 = 9 detik
Jumlah = 11 detik
Dapat dilihat bahwa saat menggunakan sistem sial, diperlukan waktu yang bervariasi dari 10-20 detik, bergantung kepada jumlah digit.

b.   Dengan sistem tombol (key set)
waktu reaksi pelanggan dan pemanggilan = 2 detik
waktu menekan 6 tombol, satu digit 0,7 detk: 6 x 0,7 = 4,2 detik
Jumlah = 6,2 detik

LABEL 1

tabsrecent/LABEL1
Diberdayakan oleh Blogger.