Seseorang
yang akan melakukan sambungan komunikasi telepon, tentu yang dilakukan adalah
mengangkat gagang telepon dan memutar nomor (sistem dial rotary) atau menekan
tombol-tombol angka. Untuk pesawat telepon dial rotary. Pesawat telepon dengan
sistem rotari (putar) Sambungan dapat berlangsung karena rangkaian perkabelan
tersambung melalui serangkaian relai dalam susunan seri atau melalaui
saklar-saklar bertingkat (stepper switchs) Gambar 10.4. Pesawat telepon modern
dengan key-set
Dengan
memperhatikan gambar 10.5, dapat diketahui bahwa proses terjadinya sambungan
pembicaraan telepon melibatkan banyak rangkaian tidak hanya sekedar berbicara
saja. Orang yang akan menelpon, pertama kali harus mengangkat gagang
selanjutnya memutar atau menekat tombol angka-angka (dial), lalu mendengarkan
nada dering sebagai pertanda panggilan dan terakhir berbicara kepada orang yang
dihubungi. Dalam sistem telepon mekanik yang sebenarnya sebagaimana terlihat
pada gambar 10.2, seluruh proses penyambungan dilakukan oleh relai yang setelah
itu suara dapat disalurkan.
Uraian
kerja terjadinya sambungan telepon dapat dijelaskan sebagai berikut :
•
Gagang
telepon diangkat oleh orang yang akan menelpon. Gagang telepon yang diangkat
ini disebut off-hook. Gagang telepon yang masih terpasang pada tempatnya
disebut onhook. Penyebutan off dan on ini terkait dengan putus dan sambungnya
saklar pada telepon.
• Pengangkatan gagang
telepon mengakibatkan pencari saluran (line finder) pada sentral
tersambung kepada pesawat telepon yang sedang off-hook.
•
Setiap
pemutaran angka atau penekanan tombol angka pada telepon mengakibatkan stepper switches
mencari nomor yang dimaksud. Saklar ini terus ”memegang” angka yang
diputar atau ditekan tadi.
• Proses stepper
switches tersebut akan melakukan hal yang sama hingga seluruh nomor habis
diputar atau ditekan.
• Akhir dari stepper
switches menandakan panggilan suara dapat dilangsungkan.
Proses
penyambungan panggilan telepon sistem mekanik ini, hanya dapat dilakukan untuk
satu pembicaraan. Oleh karena itu apabila ada sekian banyak pemanggil, maka
akan ada sekian banyak pula saklar-saklar. Jadi setiap pelanggan mempunyai satu
kesempatan penyambungan.