Sebuah
sistem komunikasi merupakan suatu sistem dimana informasi disampaikan dari satu
tempat ke tempat lain. Komunikasi dapat digambarkan seperti gambar 9.1 di
bawah. Misalnya tempat A yang terletak ditempat yang tinggi berteriak meminta
tolong ke tempat B yang berada di tempat yang jauh. Contoh lain dari komunikasi
adalah ketika ada dua orang sedang diskusi dikebun kemudian mereka berdua
bercakap-cakap mendisku-sikan sesuatu, Secara otomatis keduanya telah melakukan
komunikasi.
Selain
contoh tersebut di atas, bentuk komunikasi juga terjadi ketika seorang
berbicara melalui telephone juga dapat dikategorikan komunikasi. Sebenarnya apa
yang dimaksud dengan komunikasi. Beberapa contoh tersebut di atas dapat
dikatakan komunikasi jika minimal ada dua titik yang melakukan komunikasi yaitu
titik pengirim dan penerima.
Sistem
komunikasi apapun terdiri dari tiga bagian seperti ditunjukkan blok diagram
gambar 9.2. Pertama adalah pemancar, merupakan bagian dari sistem komunikasi
yang berada pada titik A. Hal ini meliputi dua materi : sumber informasi dan
noise.
Saluran
adalah suatu media dimana informasi berjalan pada sepanjang titik A dan B. Satu
contoh dari sebuah saluran adalah kawat tembaga, atau atmospir. Terakhir adalah
penerima, merupakan bagian sistem komunikasi yang berada pada titik B dan
mendapatkan semua informasi dan noise pemancar pada saluran.
Secara
sederhana sistem komunikasi dapat digambarkan seperti blok diagram di bawah
ini, dimana hal tersebut membicarakan tiga bagian sistem komunikasi serta
bagaimana mereka bekerja. Saluran merupakan bagian yang sangat penting dalam
telekomunikasi. Saluran ini bisa berupa media saluran guided atau unguided.
Pada saluran ini sinyal informasi dikirimkan dari pengirim menuju penerima.
Sebelum dikirimkan sinyal informasi harus dimodulasi dahulu, sehingga sinyal
informasi menjadi sinyal yang termodulasi.
Modulasi
merupakan suatu proses dimana informasi, baik berupa sinyal audio, video ataupun
data diubah menjadi sinyal dengan frekuensi tinggi sebelum dikirim-kan. Secara
garis besar modulasi dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem modulasi analog dan
modulasi digital.
Sistem
komunikasi dengan modulasi analog adalah komunikasi yang mentransmisikan
sinyal-sinyal analog yaitu time signal yang berada pada nilai kontinu pada
interval waktu yang terdefinisikan. Sistem komunikasi dengan modulasi analog
mentrans-misikan sinyal analog.
Sinyal
analog merupakan sinyal yang mempunyai amplitudo pada tiap tegangan range
amplitudonya. Sinyal analog berbeda dengan sinyal digital, yang mana akan
terjadi dua perbedaan kondisi tegangan salah satunya tegangan tinggi atau
rendah. Gambar 9.3 di bawah ini menunjukan bentuk sinyal analog.
Amplitudo
sinyal analog akan selalu berubah-ubah tergantung dengan waktunya atau bisa
juga berupa sinyal konstan. Jika amplitudo berubah-ubah dan diulang-ulang
secara terus-menerus maka voltase suatu sinyal akan berubah dari waktu
ke waktu, atau mungkin juga konstan. Jika amplitudo bervariasi, maka akan
diulangi pada waktu yang tertentu, dalam hal ini sinyal disebut sinyal
periodik. Periode adalah interval dari waktu diperlukan oleh pola sinyal untuk
mengulanginya.
Frekuensi
dari sinyal tersebut biasanya dihitung perdetik. Frekuensi diukur dalam satuan
Hertz (Hz) dan hubungan antara frekuensi dan periode dapat dituliskan persamaan
di bawah ini:
Sinyal
denngan perioda 1 mS mempunyai frekuensi 1 kHz. Ada dua macam sinyal yaitu
unipolar sinyal dan bipolar sinyal. Sinyal unipolar mempunyai komponen tegangan
semua positif atau semua negatif. Sinyal bipolar mempunyai tegangan positif dan
negatif.
Jika
time signal analog tersebut di atas disample, maka yang terjadi adalah urutan
bilangan-bilangan (nilai-nilai) yang harus ditransmisikan. Daftar nilai ini
masih berupa nilai analog yang bisa bernilai tak berhingga. Sistim ini belum
digital, atau boleh dikatakan masih sebagai sistim diskrit terhadap waktu
(discrete time) atau sistim tersampel (sampled system).
Jika
nilai-nilai tersampel tersebut dibuat menjadi himpunan diskrit, maka sistim
menjadi digital. Beberapa sistim bisa merupakan kombinasi hybrid baik digital
maupun analog. Seperti saat mata menelusuri halaman buku, sistim psikologi akan
beroperasi secara analog. Keuntungan dan kerugian sistim komunikasi digital
dibandingkan dengan sistim analog.