Materi Pelajaran TIK

Agar tidak terjadi tabrakan frekuensi antara berbagai jenis komunikasi sehingga terjadi saling ganggu (jamming atau penumpukan), maka perlu dilakukan pembagian alokasi frekuensi. Untuk radio panggil, frekuensi yang digunakan bergantung pada berbagai faktor seperti protokol radio panggil yang digunakan, pabrik pembuat radio panggil dan model atau jenisnya, wilayah layanannya, dan alokasi frekuensi yang ditentukan oleh setiap negara.

Sistem Telepon Nirkabel untuk Rumah

Telepon tanpa kabel (cordless telephone) yang banyak digunakan di rumah merupakan komunikasi jenis full-duplex. Untuk menghubungkan pesawat genggamnya dengan pesawat induknya, saluran transmisinya melalui udara, dengan modulasi sinyal secara FM.

Sementara itu pesawat induknya dihubungkan ke jalur telepon kabel dengan nomor telepon yang telah ditetapkan oleh perusahaan layanan telepon untuk masyarakat umum atau yang dikenal dengan Public Switched Telephone Network (PSTN) yang di Indonesia sekarang ini adalah PT TELKOM.

Telepon nirkabel generasi pertama yang dibuat tahun 80an, pesawat genggamnya hanya mampu bekerja dengan pesawat induknya dalam jarak beberapa puluh meter saja. karena pada awalnya dimak-sudkan hanya sebagai ekstensi bagi sebuah pesawat pengirim dan penerima (transceiver), yang dihubungkan ke jalur kawat pelanggan telepon dari sebuah PSTN yang umumnya di pakai dalam lingkungan rumah tangga.

Untuk menambah jangkauannya, pesawat induk generasi kedua sudah dapat mencakup wilayah sampai beberapa ratus meter. Dengan demikian, telepon nirkabel generasi kedua ini sudah memungkinkan para pelanggannya menggunakan pesawat genggam di luar rumah, di wilayah padat di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan sebagainya. Telepon nirkabel modern ada yang sudah dilengkapi dengan fasilitas penerima pesan panggil (pager).

Dengan fasilitas ini biasanya para pelanggannya mula-mula menerima pesan panggil, kemudian menjawab pesan itu melalui telepon nirkabelnya.

LABEL 1

tabsrecent/LABEL1
Diberdayakan oleh Blogger.